Sistem-Transaksi-Ahsana-Property-Syariah

Sistem Transaksi Default Ahsana Property Syariah

  1. Sistem Yang tertulis disini adalah sistem default, dimana kadang bisa terjadi kustomisasi atas kepentingan pemasaran, diskon dan periklanan.
  2. Ketika Anda memutuskan membeli, kami persilakan untuk melakukan tawar menawar harga hingga tercapai kesepakatan, dimana kesepakatan itu mengikat kedua belah pihak ( artinya nilai harga dan atau cicilan, tidak boleh lagi berubah baik naik, ataupun turun).
  3. Selanjutnya,  anda memberikan uang tanda jadi Rp 1,500,000 atau Rp 10,000,000 (atau 20 juta, tergantung lokasi yang anda inginkan) dan kami membolehkan anda untuk memilih lokasi yang diinginkan. Bila kurang dari yang telah ditetapkan, maka belum boleh memilih lokasi.
  4. Apabila uang tanda jadi sebesar 10 juta keatas, sudah mengurangi DP dari rumah yang anda pilih, jadi bila DP rumah adalah 75 juta, maka setelah membayar tanda jadi 10 juta, anda tinggal melanjutkan sisa DP 65 juta.
  5. Apabila uang tanda jadi sebesar 1,5 juta, maka belum mengurangi DP tetapi mengurangi cicilan pada bulan pertama.
  6. Segala bentuk pembayaran kami terima dalam bentuk transfer ke rekening yang ditunjuk oleh management Ahsana Property Syariah atau langsung ke Admin di kantor Pemasaran (Setiap Project bisa berbeda Rekeningnya). Pembeli dilarang menitipkan segala bentuk pembayaran DP ke petugas kami diluar kantor, kecuali mendapatkan ijin tertulis dari Managemen.
  7. Bila anda memilih untuk membeli secara cash, kami bisa memberikan harga yang paling rendah dan rasional, dimana harga tersebut akan sangat dipengaruhi oleh mekanisme dan term pembayaran yang anda berikan, dimana term pembayaran bisa anda atur sesuai kemampuan anda sendiri mulai 1 bulan (hard cash) hingga 12 bulan (soft cash).
  8. Selanjutnya kami meminta komitmen anda dalam menyelesaikan nilai DP yang tersisa. Proyek pembangunan bisa kami mulai sesuai progress masuknya uang muka.
  9. Kami juga meminta berkas-berkas syarat pengajuan kredit (bila pembelian kredit) untuk kami survey.
  10. Berkas kelengkapan dokumen penting yang kami minta adalah :
  11. a. fotocopy ktp suami istri,
  12. b. kartu keluarga,
  13. c. surat nikah (bila sudah menikah),
  14. d. slip gaji,
  15. e. NPWP
  16. f. ijin usaha (SIUP, TDP, SITU)
  17. g. rekening tabungan 3 bulan terakhir.
  18. Dalam proses pengajuan kredit, kami tidak meminta biaya APAPUN, kecuali uang muka / DP. Hal ini dikarenakan kami tidak menggunakan jasa pihak ketiga / perbankan dalam menyelenggarakan kredit kepemilikan rumah, sehingga segala biaya yang biasanya dikeluarkan (diluar biaya pembayaran rumah sendiri, berupa DP / uang muka) tidak akan muncul dalam pengajuan akad kredit di perumahan kami.
  19. Bila terjadi pembatalan atas pembelian sebelum terjadi akad kredit, maka DP akan kami kembalikan seluruhnya, dengan mekanisme bertahap sesuai kesepakatan.
  20. Pembangunan akan mulai berjalan dan cicilan sudah harus dimulai, meski rumah belum selesai dibangun / belum serah terima kunci.
  21. Akad jual beli di Notaris yang kami tunjuk bisa dilakukan sebelum serah terima kunci maupun sesudahnya, dimana biaya akta jual beli, balik nama, BPHTB dan harga kelebihan tanah dibayar oleh pembeli.
  22. Segala perjanjian akad jual beli, komplain atas bangunan, dsb akan diatur dalam perjanjian tertulis yang akan kami sampaikan kemudian.
  23. Bila terjadi keterlambatan cicilan, maka pembeli wajib menggabungkannya di bulan berikutnya, dan developer dilarang memberikan hukuman / pinalti atas keterlambatan tersebut.
  24. Pertanyaan sistem diluar yang kami jelaskan diatas, bisa ditanyakan ke petugas pemasaran.