BANJIR JAKARTA : Tetap Bersabar, Bermuhasabah untuk Berbenah

BANJIR JAKARTA : Tetap Bersabar, Bermuhasabah untuk Berbenah

Tetap Bersabar, Semoga Kian Bermuhasabah untuk Berbenah 

[ Tragedi Banjir Jakarta ]

Apakah pantas manusia bersuka ria di akhir tahun? Sementara tiba-tiba hujan turun deras kemudian banjir menyapa. Seolah, perayaan tahun baru itu tiada guna dan jauh dari refleksi jiwa sebagai seorang hamba (manusia). Awal tahun 2020 ini, Jabodetabek disapa banjir. Wilayah yang sebelumnya dianggap aman, kini pun diterjang. Sungguh kesemua ini di luar prediksi manusia. Lantas, adakah yang salah dari sikap manusia selama ini?

Hal inilah esensi merenungkan sikap diri. Peristiwa banjir dan bencana yang kerap melanda, sejatinya harus disikapi benar. Jika tidak, bisa saja menyalahkan alam atau bahkan Allah SWT. Ujungnya juga saling lempar tanggung jawab dan tunjuk hidung di antara pejabat yang ada.

Refleksi spiritual dari musibah banjir ini menunjukkan bahwa manusia itu hakekatnya tidak memiliki daya dan kekuatan. Apalagi ketika manusia menghadapi keputusan dari Allah SWT. Lantas, mengapa manusia selalu merasa benar? Angkuh ketika diberitahu ayat-ayat Allah dan sabda Rasulullah? Abai ketika diseru kembali kepada syariah Allah dan hidup sesuai tuntunan Islam?

Nah, ternyata kemewahan, harta benda, kendaraan, dan lainnya lumpuh dan lunglai ketika diterpa banjir. Sekali lagi manusia perlu merenung kembali untuk mengambil hikmah dari setiap peristiwa. Jangan-jangan karena ulah kita, bencana itu hadir menyapa. Sebagaimana firman Allah SWT:

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supay Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). (Ar-Rum Ayat 41)

Perlu kiranya kita tengok tafsir dari dua ulama berikut:

1) Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah.

Telah tampak kerusakan di berbagai hal seperti kegersangan, kekeringan, kebakaran, banjir, penyakit, kegelisahan dan ditawan oleh musuh akibat kemaksiatan dan dosa manusia. Supaya Allah membuat mereka merasakan balasan dari sebagian perbuatan mereka di dunia sebelum dihukum di akhirat dan supaya mereka bisa kembali dari kemaksiatan mereka dan bertaubat atas dosa-dosa (mereka).

2) Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

Ketahuilah wahai manusia bahwasanya menyebarnya keburukan dari segala keburukan serta diangkatnya keberkahan dan berkurangnya keturunan, peperangan dan selainnya; Semuanya karena sebab apa yang telah kalian lakukan dari dosa dan maksiat, serta meninggalkan perintah Allah dan mengerjakan larangan-larangan-Nya; Semua itu adalah sebagai hukuman bagi kalian atas amalan-amalan kalian yang buruk. Kemudian Allah menyebutkan hikmah akan hal itu yaitu ke Maha Lembutan Allah bagi hamba-Nya dan kasih sayang-Nya bagi mereka agar mereka bertaubat kepada Allah dan memohon ampunan, mengikhlaskan ibadah kepada-Nya, dan agar muamalah mereka mengikuti tuntunan syariat.

Begitu pun teguran dari Rasulullah SAW patut direnungkan:

إِذَا ظَهَرَ الزِّنَا وَالرِّبَا فِيْ قَرْيَةٍ، فَقَدْ أَحَلُّوْا بِأَنْفُسِهِمْ عَذَابَ اللهِ
Jika zina dan riba sudah menyebar di suatu kampung maka sesungguhnya mereka telah menghalalkan azab Allah atas diri mereka sendiri (HR al-Hakim, al-Baihaqi dan ath-Thabrani).

Al-Hakim dalam Al-Mustadrak ‘alâ Shahîhayn menyatakan bahwa hadis ini ia terima berturut-turut dari ‘Abd ash-Shamad bin Ali al-Bazaz, Ya’qub bin Yusuf al-Qazwaini, Muhammad bin Said bin Sabiq dan Amru bin Abi Qays; dari Simak bin Harb, dari Ikrimah, dari Ibn Abbas, dari Rasulullah saw.

Hadis ini menjelaskan bahwa jika zina dan riba telah menyebar di tengah suatu masyarakat maka itu akan memancing turunnya azab Allah. Keberkahan akan dicabut dari masyarakat yang seperti itu. Sebaliknya, keburukan dan kerusakan akan terus mendera masyarakat tersebut selama mereka tidak berupaya mencegah tersebarnya zina dan riba, mengubah dan menghilangkannya dari kehidupan masyarakat.

 

Sobat Oh My Ahsana (OMAH), semoga Allah mengangkat segala macam bencana yang melanda. Kemudia kita bersama-sama untuk berbenah kembali kepada Allah dan Rasul-Nya. Serta berharapa kehidupan diliputi keberkahan dan kemuliaan.

Leave a Reply

Terus Berusaha Menjadi Grup Bisnis Property Murni Syariah Terunggul dan Terpercaya.

Kantor Pusat

BUKA JAM

BERLANGGANAN MAJALAH

Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan Gratis Majalah Kami, Pembaruan Informasi Berita, Progress Update, dan Tips Solusi

×

Assalamu'alaikum

× Wulan Ibrahim